Saturday, April 24, 2010

bayi aneh

Testimoni Transfer Factor Anak Saudara Penyakit Autism

How to Recognize the Early Signs of Autism

The face of autism

anak autisme

Apa Penyebab Autistik?
Beberapa teori terakhir mengatakan bahwa faktor genetika memegang peranan
penting pada terjadinya autistik. Bayi kembar satu telur akan mengalami
gangguan autistik yang mirip dengan saudara kembarnya. Juga ditemukan
beberapa anak dalam satu keluarga atau dalam satu keluarga besar mengalami
gangguan yang sama.

Selain itu pengaruh virus seperti rubella, toxo, herpes; jamur; nutrisi yang
buruk; perdarahan; keracunan makanan, dsb pada kehamilan dapat menghambat
pertumbuhan sel otak yang dapat menyebabkan fungsi otak bayi yang dikandung
terganggu terutama fungsi pemahaman, komunikasi dan interaksi.

Akhir-akhir ini dari penelitian terungkap juga hubungan antara gangguan
pencernaan dan gejala autistik. Ternyata lebih dari 60 % penyandang autistik
ini mempunyai sistem pencernaan yang kurang sempurna. Makanan tersebut
berupa susu sapi (casein) dan tepung terigu (gluten) yang tidak tercerna
dengan sempurna. Protein dari kedua makanan ini tidak semua berubah menjadi
asam amino tapi juga menjadi peptida, suatu bentuk rantai pendek asam amino
yang seharusnya dibuang lewat urine. Ternyata pada penyandang autistik,
peptida ini diserap kembali oleh tubuh, masuk kedalam aliran darah, masuk ke
otak dan dirubah oleh reseptor opioid menjadi morphin yaitu casomorphin dan
gliadorphin, yang mempunyai efek merusak sel-sel otak dan membuat fungsi
otak terganggu. Fungsi otak yang terkena biasanya adalah fungsi kognitif,
reseptif, atensi dan perilaku.
II. KARAKTERISTIK
Anak autistik mempunyai masalah/gangguan dalam bidang:

1. Komunikasi:

- Perkembangan bahasa lambat atau sama sekali tidak ada.

- Anak tampak seperti tuli, sulit berbicara, atau pernah berbicara tapi kemudian sirna,

- Kadang kata-kata yang digunakan tidak sesuai artinya.

- Mengoceh tanpa arti berulang-ulang, dengan bahasa yang tak dapat dimengerti orang lain

- Bicara tidak dipakai untuk alat berkomunikasi

- Senang meniru atau membeo (echolalia)

- Bila senang meniru, dapat hafal betul kata-kata atau nyanyian tersebut tanpa mengerti artinya

- Sebagian dari anak ini tidak berbicara ( non verbal) atau sedikit berbicara (kurang verbal) sampai usia dewasa

- Senang menarik-narik tangan orang lain untuk melakukan apa yang ia inginkan, misalnya bila ingin meminta sesuatu

2. Interaksi sosial:

- Penyandang autistik lebih suka menyendiri

- Tidak ada atau sedikit kontak mata, atau menghindar untuk bertatapan

- tidak tertarik untuk bermain bersama teman

- Bila diajak bermain, ia tidak mau dan menjauh

3. Gangguan sensoris:

- sangat sensistif terhadap sentuhan, seperti tidak suka dipeluk

- bila mendengar suara keras langsung menutup telinga

- senang mencium-cium, menjilat mainan atau benda-benda

- tidak sensitif terhadap rasa sakit dan rasa takut

4. Pola bermain:

- Tidak bermain seperti anak-anak pada umumnya,

- Tidak suka bermain dengan anak sebayanya,

- tidak kreatif, tidak imajinatif

- tidak bermain sesuai fungsi mainan, misalnya sepeda dibalik lalu rodanya di putar-putar

- senang akan benda-benda yang berputar, seperti kipas angin, roda sepeda,

- dapat sangat lekat dengan benda-benda tertentu yang dipegang terus dan dibawa kemana-mana

5. Perilaku:

- dapat berperilaku berlebihan (hiperaktif) atau kekurangan (hipoaktif)

- Memperlihatkan perilaku stimulasi diri seperti bergoyang-goyang,
mengepakkan tangan seperti burung, berputar-putar, mendekatkan mata ke
pesawat TV, lari/berjalan bolak balik, melakukan gerakan yang diulang-ulang

- tidak suka pada perubahan

- dapat pula duduk bengong dengan tatapan kosong

6. Emosi:

- sering marah-marah tanpa alasan yang jelas, tertawa-tawa, menangis tanpa alasan

- temper tantrum (mengamuk tak terkendali) jika dilarang atau tidak diberikan keinginannya

- kadang suka menyerang dan merusak

- Kadang-kadang anak berperilaku yang menyakiti dirinya sendiri

- tidak mempunyai empati dan tidak mengerti perasaan orang lain
III. IDENTIFIKASI 1. Diagnosa Autisme
Waktu adalah bagian terpenting. Jika anak memperlihatkan beberapa gejala
diatas segera hubungi psikolog klinis, dokter ahli perkembangan, anak,
psikiater anak atau neurologis khusus autistik dan gangguan perkembangan
yang akan membuat suatu assesstment/pengkajian yang diikuti dengan penegakan
diagnosa. Jika terdiagnosa dini, maka anak autistik dapat ditangani segera
melalui terapi-terapi terstruktur dan terpadu. Dengan demikian lebih terbuka
peluang perubahan ke arah perilaku normal
IV. BAGAIMANA PENANGANAN LAYANAN PENDIDIKANNYA
Layanan Pendidikan Awal:

A. Program Intervensi Dini:

1. Discrete Trial Training dari Lovaas: Merupakan produk dari Lovaas dkk
pada Young Autistikm Project di UCLA USA, walaupun kontroversial, namun
mempunyai peran dalam pembelajaran dan hasil yang optimal pada anak-anak
penyandang autistik. Program Lovaas (Program DTT) didasari oleh model
perilaku kondisioning operant (Operant Conditioning) yang merupakan faktor
utama dari program intensive DTT. Pengertian dari Applied Behavioral
Analysis (ABA), implementasi dan evaluasi dari berbagai prinsip dan tehnik
yang membentuk teori pembelajaran perilaku (behavioral learning), adalah
suatu hal yang penting dalam memahami teori perilaku Lovaas ini.

Teori pembelajaran perilaku (behavioral learning) didasari oleh 3 hal:

· Perilaku secara konseptual meliputi 3 term penting yaitu
antecedents/perilaku yang lalu, perilaku, dan konsekwensi.

· Stimulus antecendent dan konsekwensi sebelumnya akan berefek pada
reaksi perilaku yang muncul.

· Efektifitas pengajaran berkaitan dengan kontrol terhadap
antecendent dan konsekwensi. Yaitu dengan memberikan reinforcement yang
positif sebagai kunci dalam merubah perilaku. Sehingga perilaku yang baik
dapat terus dilakukan, sedangkan perilaku buruk dihilangkan (melalui time
out, hukuman, atau dengan kata 'tidak'). Dalam teknisnya, DTT terdiri dari 4
bagian yaitu:

- stimuli dari guru agar anak berespons

- respon anak

- konsekwensi

- berhenti sejenak,dilanjutkan dengan perintah selanjutnya

2. Intervensi LEAP (Learning Experience and Alternative Program for preschooler and parents)

Intervensi LEAP menggabungkan Developmentally Appropriate Practice (DAP) dan
tehnik ABA dalam sebuah program inklusi dimana beberapa teori pembelajaran
yang berbeda digabungkan untuk membentuk sebuah kerangka konsep. Meskipun
metoda Ini menerima berbagai kelebihan dan kekurangan pada anak-anak
penyandang autistik, titik berat utama dari teori dan implementasi praktis
yang mendasari program ini adalah perkembangan sosial anak. Oleh sebab itu,
dalam penerapan ini teori autistik memusatkan diri pada central social
deficit. Melalui beragamnya pengaruh teoritis yang diperolehnya, model LEAP
menggunakan teknik pengajaran reinforcement dan kontrol stimulus. Prinsip
yang mendasarinya adalah :

1. Semua anak mendapat keuntungan dari lingkungan yang terpadu

2. Anak penyandang autistik semakin membaik jika intervensi berlangsung konsisten baik di rumah, sekolah, maupun masyarakat

3. Keberhasilan semakin besar jika orang tua dan guru bekerja bersama-sama

4. Anak penyandang autistik bisa saling belajar dari teman-teman sebaya
mereka

5. Intervensi haruslah terancang, sistematis, individual

6. Anak-anak yang memiliki kebutuhan khusus dan yang normal akan mendapat keuntungan dari kegiatan yang mencerminkan DAP.

Kerangka konsep DAP berdasarkan teori perilaku, prinsip DAP dan inklusi.

3. Floor Time:

Pendekatan Floor Time berdasarkan pada teori perkembangan interaktif
yang mengatakan bahwa perkembangan ketrampilan kognitif dalam 4 atau 5 tahun
pertama kehidupan didasarkan pada emosi dan relationship (Greenspan & Wieder
1997a). Jadi hubungan pengaruh dan interaksi merupakan komponen utama dalam
teori dan praktek model ini.

Greenspan dkk mengembangkan suatu pendekatan perkembangan terintegrasi untuk
intervensi anak yang mempunyai kesulitan besar (severe) dalam berhubungan
(relationship) dan berkomunikasi, dan tehnik intervensi interaktif yang
sistematik inilah yang disebut Floor Time. Kerangka konsep program ini
diantaranya:

- pentingnya relationship

- enam acuan (milestone) sosial yang spesifik

- teori hipotetikal tentang autistik

4. TEACCH (Treatment and Education of Autistic and Related Communication Handicapped Children)

Divisi TEACCH merupakan program nasional di North Carolina USA, yang
melayani anak penyandang autistik, dan diakui secara internasional sebagai
sistem pelayanan yang tidak terikat/bebas. Dibandingkan dengan ketiga
program yang telah dibicarakan, program TEACCH menyediakan pelayanan yang
berkesinambungan untuk individu, keluarga dan lembaga pelayanan untuk anak
penyandang autistik. Penanganan dalam program ini termasuk diagnosa,
terapi/treatment, konsultasi, kerjasama dengan masyarakat sekitar, tunjangan
hidup dan tenaga kerja, dan berbagai pelayanan lainnya untuk memenuhi
kebutuhan keluarga yang spesifik. Para terapis dalam program TEACCH harus
memiliki pengetahuan dalam berbagai bidang termasuk, speech pathology,
lembaga kemasyarakatan, intervensi dini, pendidikan luar biasa dan
psikologi. Konsep pembelajaran dari model TEACCh berdasarkan tingkah laku,
perkembangan dan dari sudut pandang teori ekologi, yang berhubungan erat
dengan teori dasar autisme.



B. Program Terapi Penunjang:

Beberapa jenis terapi bagi anak autistik, antara lain:

1. Terapi Wicara: membantu anak melancarkan otot-otot mulut sehingga membantu anak berbicara lebih baik

2. Terapi Okupasi: untuk melatih motorik halus anak

3. Terapi Bermain: mengajarkan anak melalui belajar sambil bermain

4. Terapi medikamentosa/obat-obatan (drug therapy): dengan pemberian obat-obatan oleh dokter yang berwenang.

5. Terapi melalui makanan (diet therapy): untuk anak-anak dengan masalah alergi makanan tertentu

6. Sensory Integration Therapy: untuk anak-anak yang mengalami gangguan pada sensorinya

7. Auditory Integration Therapy: agar pendengaran anak lebih sempurna

8. Biomedical treatment/therapy: penanganan biomedis yang paling mutakhir, melalui perbaikan kondisi tubuh agar terlepas dari faktor-faktor yang merusak (dari keracunan logam berat, efek casomorphine dan gliadorphin, alergen, dsb)



C. Layanan Pendidikan Lanjutan

Pada anak autistik yang telah diterapi dengan baik dan memperlihatkan keberhasilan yang menggembirakan, anak tersebut dapat dikatakan "sembuh" dari gejala autistiknya.

Ini terlihat bila anak tersebut sudah dapat mengendalikan perilakunya
sehingga tampak berperilaku normal, berkomunikasi dan berbicara normal,
serta mempunyai wawasan akademik yang cukup sesuai anak seusianya.

Pada saat ini anak sebaiknya mulai diperkenalkan untuk masuk kedalam
kelompok anak-anak normal, sehingga ia (yang sangat bagus dalam
meniru/imitating) dapat mempunyai figur/role model anak normal dan meniru
tingkah laku anak normal seusianya.

1. Kelas Terpadu sebagai kelas transisi:
Kelas ini ditujukan untuk anak autistik yang telah diterapi secara terpadu
dan terrstruktur, dan merupakan kelas persiapan dan pengenalan akan
pengajaran dengan kurikulum sekolah biasa, tetapi melalui tata cara
pengajaran untuk anak autistik ( kelas kecil dengan jumlah guru besar,
dengan alat visual/gambar/kartu, instruksi yang jelas, padat dan konsisten,
dsb).
Tujuan kelas terpadu adalah:
1. Membantu anak dalam mempersiapkan transisi ke sekolah reguler2.
Belajar secara intensif pelajaran yang tertinggal di kelas reguler, sehingga
dapat mengejar ketinggalan dari teman-teman sekelasnya
Prasyarat:

1. Diperlukan guru SD dan terapis sebagai pendamping, sesuai dengan
keperluan anak didik (terapis perilaku, terapis bicara, terapis okupasi dsb)

2. Kurikulum masing-masing anak dibuat melalui pengkajian oleh satu team
dari berbagai bidang ilmu ( psikolog, pedagogi, speech patologist, terapis, guru dan orang tua/relawan)

3. Kelas ini berada dalam satu lingkungan sekolah reguler untuk
memudahkan proses transisi dilakukan (mis: mulai latihan bergabung dengan
kelas reguler pada saat olah raga atau istirahat atau prakarya dsb)



2. Program inklusi (mainstreaming)

Program ini dapat berhasil bila ada:

1. Keterbukaan dari sekolah umum

2. Test masuk tidak didasari hanya oleh test IQ untuk anak normal

3. Peningkatan SDM/guru terkait

4. Proses shadowing/dapat dilaksanakan Guru Pembimbing Khusus (GPK)

5. Idealnya anak berhak memilih pelajaran yang ia mampu saja (Mempunyai
IEP/Program Pendidikan Individu sesuai dengan kemampuannya)

6. Anak dapat "tamat" (bukan lulus) dari sekolahnya karena telah selesai
melewati pendidikan di kelasnya bersama-sama teman sekelasnya/peers.

7. Tersedianya tempat khusus (special unit) bila anak memerlukan terapi 1:1 di sekolah umum

Anak autistik mempunyai cara berpikir yang berbeda dan kemampuan yang tidak
merata disemua bidang, misalnya pintar matematika tapi tidak suka menulis dsb.

Ciri khas pada anak autistik:

1. Anak tidak dapat mengikuti jalan pikiran orang lain

2. Anak tidak mempunyai empati dan tidak tahu apa reaksi orang lain atas perbuatannya.

3. Pemahaman anak sangat kurang, sehingga apa yang ia baca sukar
dipahami. Misalnya dalam bercerita kembali dan soal berhitung yang menggunakan kalimat

4. Anak kadang mempunyai daya ingat yang sangat kuat, seperti perkalian, kalender, dan lagu-lagu

5. Anak lebih mudah belajar memahami lewat gambar-gambar (visual-learners)

6. Anak belum dapat bersosialisasi dengan teman sekelasnya, seperti sukar bekerjasama dalam kelompok, bermain peran dsb.

7. Anak sukar mengekspresikan perasaannya, seperti mudah frustasi bila tidak dimengerti dan dapat menimbulkan tantrum

Kesulitan-kesulitan anak pada bulan-bulan pertama antara lain:

1. Kesulitan berkonsentrasi

2. Anak belum dapat mengikuti instruksi guru

3. Perilaku anak masih sulit diatur

4. Anak berbicara/mengoceh atau tertawa sendiri pada saat belajar

5. Timbul tantrum bila tidak mampu mengerjakan tugas

6. Komunikasi belum lancar dan tidak runtut dalam bercerita

7. Pemahaman akan materi sangat kurang

8. Belum mau bermain dan berkerjasama dengan teman-temannya

Pada bulan-bulan pertama ini sebaiknya anak autistik didampingi oleh seorang
terapis yang berfungsi sebagai shadow/guru pembimbing khusus (GPK). Tugas
seorang shadow guru pembimbing khusus (GPK) adalah:

1. Menjembatani instruksi antara guru dan anak

2. Mengendalikan perilaku anak dikelas

3. Membantu anak untuk tetap berkonsentrasi

4. Membantu anak belajar bermain/berinteraksi dengan teman-temannya

5. Menjadi media informasi antara guru dan orangtua dalam membantu anak mengejar ketinggalan dari pelajaran dikelasnya.

Guru pembimbing khusus adalah seseorang yang dapat membantu guru kelas dalam
mendampingi anak penyandang autistik pada saat diperlukan, sehingga proses
pengajaran dapat berjalan lancar tanpa gangguan. Guru kelas tetap mempunyai
wewenang penuh akan kelasnya serta bertanggung jawab atas terlaksananya
peraturan yang berlaku.

3. Sekolah Khusus:

Pada kenyataannya dari kelas Terpadu terevaluasi bahwa tidak semua anak
autistik dapat transisi ke sekolah reguler. Anak-anak ini sangat sulit untuk
dapat berkonsentrasi dengan adanya distraksi di sekeliling mereka. Beberapa
anak memperlihatkan potensi yang sangat baik dalam bidang tertentu misalnya
olah raga, musik, melukis, komputer, matematika, ketrampilan dsb. Anak-anak
ini sebaiknya dimasukkan ke dalam Kelas khusus, sehingga potensi mereka
dapat dikembangkan secara maksimal.

Contoh sekolah khusus: Sekolah ketrampilan, Sekolah pengembangan olahraga,
Sekolah Musik, Sekolah seni lukis, Sekolah Ketrampilan untuk usaha kecil,
Sekolah komputer, dlsb.



4. Program sekolah dirumah (Homeschooling Program):

Adapula anak autistik yang bahkan tidak mampu ikut serta dalam Kelas Khusus
karena keterbatasannya, misalnya anak non verbal, retardasi mental, masalah
motorik dan auditory dsb. Anak ini sebaiknya diberi kesempatan ikut serta
dalam Program Sekolah Dirumah (Homeschooling Program). Melalui bimbingan
para guru/terapis serta kerjasama yang baik dengan orangtua dan orang-orang
disekitarnya, dapat dikembangkan potensi/strength anak. Kerjasama guru dan
orangtua ini merupakan cara terbaik untuk men-generalisasi program dan
membentuk hubungan yang positif antara keluarga dan masyarakat. Bila
memungkinkan, dengan dukungan dan kerjasama antara guru sekolah dan terapis
di rumah anak-anak ini dapat diberi kesempatan untuk mendapat persamaan
pendidikan yang setara dengan sekolah reguler/SLB untuk bidang yang ia
kuasai. Dilain pihak, perlu dukungan yang memadai untuk keluarga dan
masyarakat sekitarnya untuk dapat menghadapi kehidupan bersama seorang
autistik.



IV. PENYELENGGARAAN PENDIDIKAN AUTISTIK

A. Pelaksanaan Indentifikasi anak Autistik harus mengacu pada :

1) Rujukan untuk Terapi

Rujukan diperoleh dari:

a. Guru TK/Playgroup/TPA

b. Orang tua

c. Tenaga Ahli

2) Asesment

Asesment dilakukan oleh satu team yang terdiri dari berbagai disiplin ilmu
seperti :

a. Dokter

b. Psikolog

c. Speech patologis

d. Terapis

e. Guru

f. Orang tua

g. Relawan



1. Asesment didasari oleh :

a. Pedoman Kurikulum TK dan SD tahun 1994

b. Pedoman Observasi untuk anak autistik

c. Behavioral intervention manual dari Chatherine Maurice

d. Observasi klinis

e. Masukan dari orang tua

f. Rujukan dari guru, orang tua, dan tenaga ahli



2. Hal-hal yang dikaji :

a. Kognitif

b. Motorik kasar

c. Motorik halus

d. Bahasa dan komunikasi

e. Interaksi sosial

f. Bantu diri (self help)

g. Penglihatan

h. Pendengaran

i. Nutrisi

j. Otot-otot mulut



3) IEP/Individual Educational Plan and Program

IEP didasari oleh kebutuhan dan kemampuan anak untuk mengejar
ketertinggalannya dan mengoptimalkan kemampuan yang dimiliki.

4) Persetujuan Orang Tua

Orang tua harus memiliki komitmen terhadap IEP ikut serta dalam
kelompok kerja (Team work) yang terlibat dalam pendidikan anak

5) Evaluasi

Evaluasi pendidikan untuk anak autistik meliputi :

a. Evaluasi proses : untuk penilaian guru terhadap anak
dalam setiap hari,

b. Evaluasi bulanan : laporan dari orang tua kepada guru,
atau sebaliknya,

c. Evaluasi catur wulan : laporan untuk orang tua berbentuk
deskripsi kemampuan anak dengan penilaian kualitatif.



B. PENGEMBANGAN KURIKULUM

Anak autistik memiliki kemampuan yang berdeferensiasi, serta proses
perkembangan dan tingkat pencapaian programpun juga tidak sama antara satu
dengan yang lainnya. Oleh karena itu kurikulum dapat dipilih, dimodifikasi
dan dikembangkan oleh guru/pelatih/terapis/pembimbing, dengan bertitik tolak
pada kebutuhan masing-masing anak berdasarkan hasil identifikasi. Pemilihan
dan modifikasi kurikulum juga disesuaikan dengan tingkat perkembangan
kemampuan anak, dan ketidakmampuannya, usia anak, serta memperhatikan sumber
daya/lingkungan yang ada.

Pelayanan pendidikan bagi anak autistik akan lebih baik apabila dimulai
sejak dini (intervensi dini). Sehingga untuk mengembangkan kurikulum mengacu
pada :

1. Program Pengembangan kelompok bermain (usia 2-3 tahun)

2. Kurikulum Taman Kanak-kanak (usia 4-5- tahun)

3. Kurikulum Sekolah Dasar

4. Kurikulum SLB Tuna Rungu

5. Kurikulum SLB Tunarungu dan Tunagrahita

Penyusunan program layanan pendidikan dan pengajaran diambil dari kurikulum
tersebut, dengan mempertimbangkan kemampuan dan ketidakmampuan (kebutuhan)
anak, dengan modifikasi. Kurikulum bagi anak autistik dititik beratkan pada
pengembangan kemampuan dasar, yaitu :

1. Kemampuan dasar kognitif

2. Kemampuan dasar bahasa/Komunikasi

3. Kemampuan dasar sensomotorik

4. Kemampuan dasar bina diri, dan

5. Sosialisasi.

Apabila kemampuan dasar tersebut dapat dicapai oleh anak dengan mengacu pada
kemampuan anak yang sebaya dengan usia biologi/ kalendernya, maka kurikulum
dapat ditingkatkan pada kemampuan pra akademik dan kemampuan akademik,
meliputi kemampuan : membaca, menulis, dan matematika (berhitung).

C. KETENAGAAN

Ketenagaan dalam penyelenggaraan pendidikan autistik meliputi beberapa
komponen yang sangat terkait satu dengan yang lain. Yang akan kita jelaskan
di bawah ini :

1) Tenaga Kependidikan

Tenaga kependidikan yang dimaksud disini, bisa guru atau terapis.

Tenaga kependidikan untuk anak autistik ini idealnya dari disiplin
ilmu yang sesuai seperti PGTK, PGSD dan Sarjana PLB atau Sarjana Psikolog.
Bukan berarti dari disiplin ilmu yang lain tidak mampu dalam menangani anak
autistik. Tetapi harus ada pelatihan dan bimbingan. Karena yang paling
diperlukan dalam diri seorang pendidik terutama dalam penanganan terhadap
anak autistik adalah:

1. Mau menerima dan melaksanakan tugas dan tanggung jawabnya dengan sepenuh
hati dan disertai rasa kasih sayang.

2. Mau banyak belajar untuk memperbanyak pengetahuan dan wawasan.

Tenaga kependidikan dalam melaksanakan tugas dan tanggung jawabnya
terhadap anak diperlukan kreativitas yang tinggi. Karena perlu diketahui
bahwa penanganan anak autistik tidak bisa disamakan antara anak yang satu
dengan anak yang lain.

2) Tenaga Non kependidikan para akademisi/profesional terkait.

Selain tenaga kependidikan dalam penanganan terhadap anak autistik
yang sangat berperan adalah :

a. Tenaga Terapi Perilaku

Perilaku menjadi dasar bagi terapi selanjutnya

b. Tenaga terapi wicara :

Karena seperti kita ketahui banyak anak autistik yang juga mengalami
gangguan dalam berbahasa atau berkomunikasi.

c. Tenaga Terapi Sensori Motorik Integrasi :

Contoh dalam materi penjaskes SLB Tunagrahita

d. Yang juga sangat menunjang dalam penyelenggaraan pendidikan untuk anak
autistik adalah

- Orang Tua

- Psikolog

- Psikiater

- Dokter

- Relawan

- Dan tanaga ahli yang lain seperti : ahli gizi, dlsb.

3) Tenaga administrasi

Tanaga administrasi juga sangat diperlukan untuk membantu
penyelenggaraan pendidikan anak autistik. Adapun tujuannya untuk membantu
memperlancar tugas-tugas dari penyelenggara pendidikan anak autistik.

4) Tenaga Penyelenggara (Pengurus Yayasan)

Pengurus yayasan atau tenaga penyelenggara adalah orang yang
mendirikan pendidikan bagi anak autistik. Sekaligus bertugas sebagai
fasilitator bagi setiap keperluan pendidikan yang didirikan dan bertanggung
jawab terhadap perkembangan sekolah maupun tenaga pengelola yang ada sekolah
tersebut.

5) Tenaga Pengelola (Pemimpin Sekolah)

Tenaga pengelola merupakan jembatan antara orang tua, lingkungan dan
pihak penyelenggara serta peningkatan sumber daya manusia bagi guru atau
terapisnya.



D. SARANA DAN PRASARANA

Sarana dan prasarana ini disesuaikan dengan tahapan usia sekolah sebagai
berikut :

I. Usia Pendidikan Prasekolah

- Alat Peraga : pengenalan warna, bentuk, huruf dan angka,
benda-benda sekitar, buah, binatang, kendaraan.

- Alat bantu komunikasi : berupa gambar-gambar yang mewujudkan tujuan
komunikasi dari anak.

- Alat bantu pengembangan motorik halus : cara memegang pensil,
menggunting, mewarna, dan sebagainya

- Alat bantu pengembangan motorik kasar : bola, tali, dlsb.

- Kurikulum Tanan Kanak-kanak

- Terapi wicara (terapi dan alatnya) baik manual atau elektronik

- Terapi sensori motorik integrasi (ayunan, lorong, balok titian dan
sebagainya)

II. Usia Pendidikan Sekolah Dasar

- Segala sarana belajar yang ada pada sekolah dasar pada umumnya

- Alat peraga konkrit sebagai penunjang sarana belajar

- Guru pendamping

- Sarana untuk bersosialisasi

III. Usia Pendidikan Menengah

Pada usia ini jika dimungkinkan anak mengikuti kurikulum sekolah
menengah maka sarana belajar bisa mengikuti sarana yang diperlukan untuk
sekolah menengah akan tetapi jika anak harus berada pada sekolah khusus,
maka sarana yang dibutuhkan harus mengacu pada pengembangan kemampuan
fungsional yang ada pada setiap anak autistik.



E. PENDANAAN

Pendidikan bagi anak autistik memang memerlukan biaya yang mahal, karena
pola pengajaran yang individual (satu anak, satu guru). Oleh karena itu
diperlukan peranan masyarakat dan orang tua siswa yang lebih besar.

F. MANAJEMEN

Pelayanan pendidikan bagi anak autistik merupakan suatu kegiatan yang
terpadu dan juga melibatkan unsur-unsur sebagai berikut :

1. Orang tua, merupakan pemegang peran utama dalam penanganan anak
autistik karena interaksi anak dengan orang tua lebih besar porsinya
dibandingkan dengan di sekolah.

2. Tenaga pendidik, dimana yang berhubungan langsung dengan anak didik
sehingga dalam memberikan evaluasi yang lebih akurat dan mengoptimalkan
pembelajaran.

3. Penyelenggara pendidikan, sebagai penanggung jawab kurikulum dan
penyedia sarana dan prasarana pendidikan bagi anak autistik maka peran serta
mereka mutlak diperlukan guna memberikan tempat pelayanan pendidikan yang
memadai.

4. Tenaga profesional (dokter, terapis, psikolog) yang berfungsi untuk
mendeteksi dan menangani, anak autistik secara berkesinambungan dan
integral.

5. Lembaga pemerintah sebagai fasilitator, dan juga sekaligus mengawasi
program pelayanan pendidikan anak autistik

Dari masing-masing unsur tersebut harus berbentuk suatu jaringan kerja
sehingga dapat mengembangkan program-program yang bersifat inovatif secara
berkelanjutan dan mampu memberikan pelayanan pendidikan bagi anak autistik.

G. LINGKUNGAN

Lingkungan bagi anak yang manapun, tidak hanya dilaksanakan didalam
gedung, tetapi juga diluar gedung. Khusus untuk pendidikan di luar gedung,
maka sebaiknya lingkungan difahamkan dulu tentang anak autistik, seperti
lingkungan bisa bersikap yang tepat pada anak autistik. Lingkungan yang
dimaksud adalah :

1. Keluarga tempat dimana anak autistik berada, yaitu Bapak, Ibu, Kakak,
Adik, Kakek, Nenek, Pembantu, dlsb.

2. Masyarakat sekitar tempat pendidikan

3. Masyarakat pemilik sarana integrasi dan sosialisasi bagi anak autistik.

4. Masyarakat secara luas sehingga perlu informasi melalui media cetak,
elektronik, penyuluhan, seminar, dlsb.



H. KEGIATAN BELAJAR MENGAJAR

Kegiatan belajar mengajar merupakan interaksi antara siswa (anak autistik)
yang belajar dan guru pembimbing yang mengajar. Dalam upaya membelajarkan
anak autistik tidak mudah. Guru pembimbing sebagai model untuk anak autistik
harus memiliki kepekaan, ketelatenan, kreatif dan konsisten di dalam
kegiatan pembelajaran yang dilaksanakan. Oleh karena anak autistik pada
umumnya mengalami kesulitan untuk memahami dan mengerti orang lain. Maka
guru pembimbing diharuskan untuk mampu memahami dan mengerti anak autistik.

Komponen-komponen yang harus ada dalam kegiatan belajar mengajar adalah :

1. Anak didik

Yakni anak autistik dan anak-anak yang masuk dalam spektrum autistik.

2. Guru pembimbing

Seorang guru pembimbing anak autistik harus memiliki dedikasi,
ketelatenan, keuletan dan kreativitas di dalam membelajarkan anak didiknya.
Sehingga guru pembimbing harus memahami prinsip-prinsip pendidikan dan
pengajaran untuk anak autistik.



Prinsip-prinsip pendidikan dan pengajaran

Pendidikan dan pengajaran anak autistik pada umumnya dilaksanakan
berdasarkan pada prinsip-prinsip sebagai berikut:

a. Terstruktur

Pendidikan dan pengajaran bagi anak autistik diterapkan prinsip
terstruktur, artinya dalam pendidikan atau pemberian materi pengajaran
dimulai dari bahan ajar/materi yang paling mudah dan dapat dilakukan oleh
anak. Setelah kemampuan tersebut dikuasai, ditingkatkan lagi ke bahan ajar
yang setingkat diatasnya namun merupakan rangkaian yang tidak terpisah dari
materi sebelumnya.

Sebagai contoh, untuk mengajarkan anak mengerti dan memahami makna
dari instruksi "Ambil bola merah". Maka materi pertama yang harus
dikenalkan kepada anak adalah konsep pengertian kata "ambil", "bola". dan
"merah". Setelah anak mengenal dan menguasai arti kata tersebut langkah
selanjutnya adalah mengaktualisasikan instruksi "Ambil bola merah" kedalam
perbuatan kongkrit. Struktur pendidikan dan pengajaran bagi anak autistik
meliputi :

- Struktur waktu

- Struktur ruang, dan

- Struktur kegiatan



b. Terpola

Kegiatan anak autistik biasanya terbentuk dari rutinitas yang terpola
dan terjadwal, baik di sekolah maupun di rumah (lingkungannya), mulai dari
bangun tidur sampai tidur kembali. Oleh karena itu dalam pendidikannya harus
dikondisikan atau dibiasakan dengan pola yang teratur.

Namun, bagi anak dengan kemampuan kognitif yang telah berkembang,
dapat dilatih dengan memakai jadwal yang disesuaikan dengan situasi dan
kondisi lingkungannya, supaya anak dapat menerima perubahan dari rutinitas
yang berlaku (menjadi lebih fleksibel). Diharapkan pada akhirnya anak lebih
mudah menerima perubahan, mudah menyesuaikan diri dengan lingkungan
(adaptif) dan dapat berperilaku secara wajar (sesuai dengan tujuan behavior
therapi).

c. Terprogram

Prinsip dasar terprogram berguna untuk memberi arahan dari tujuan yang
ingin dicapai dan memudahkan dalam melakukan evaluasi. Prinsip ini berkaitan
erat dengan prinsip dasar sebelumnya. Sebab dalam program materi pendidikan
harus dilakukan secara bertahap dan berdasarkan pada kemampuan anak,
sehingga apabila target program pertama tersebut menjadi dasar target
program yang kedua, demikian pula selanjutnya.

d. Konsisten

Dalam pelaksanaan pendidikan dan terapi perilaku bagi anak autistik,
prinsip konsistensi mutlak diperlukan. Artinya : apabila anak berperilaku
positif memberi respon positif terhadap susatu stimulan (rangsangan), maka
guru pembimbing harus cepat memberikan respon positif (reward/penguatan),
begitu pula apabila anak berperilaku negatif (Reniforcement) Hal tersebut
juga dilakukan dalam ruang dan waktu lain yang berbeda (maintenance) secara
tetap dan tepat, dalam arti respon yang diberikan harus sesuai dengan
perilaku sebelumnya.

Konsisten memiliki arti "Tetap", bila diartikan secara bebas konsisten
mencakup tetap dalam berbagai hal, ruang, dan waktu. Konsisten bagi guru
pembimbing berarti; tetap dalam bersikap, merespon dan memperlakukan anak
sesuai dengan karakter dan kemampuan yang dimiliki masing-masing individu
anak autistik. Sedangkan arti konsisten bagi anak adalah tetap dalam
mempertahankan dan menguasai kemampuan sesuai dengan stimulan yang muncul
dalam ruang dan waktu yang berbeda. Orang tua pun dituntut konsisten dalam
pendidikan bagi anaknya, yakni dengan bersikap dan memberikan perlakukan
terhadap anak sesuai dengan program pendidikan yang telah disusun bersama
antara pembimbing dan orang tua sebagai wujud dari generalisasi pembelajaran
di sekolah dan dirumah.

e. Kontinyu

Pendidikan dan pengajaran bagi anak autistik sebenarnya tidak jauh
berbeda dengan anak-anak pada umumnya. Maka prinsip pendidikan dan
pengajaran yang berkesinambungan juga mutlak diperlukan bagi anak autistik.
Kontinyu disini meliputi kesinambungan antara prinsip dasar pengajaran,
program pendidikan dan pelaksanaannya. Kontinyuitas dalam pelaksanaan
pendidikan tidak hanya di sekolah, tetapi juga harus ditindaklanjuti untuk
kegiatan dirumah dan lingkungan sekitar anak. Kesimpulannya, therapi
perilaku dan pendidikan bagi anak autistik harus dilaksanakan secara
berkesinambungan, simultan dan integral (menyeluruh dan terpadu).

3. Kurikulum

Dalam pelaksanaan pendidikan dan pengajaran bagi anak autistik
tentunya harus berdasarkan pada kurikulum pendidikan yang berorientasi pada
kemampuan dan ketidak mampuan anak dengan memperhatikan deferensiasi
masing-masing individu.

4. Pendekatan dan Metode

Pendidikan dan pengajaran bagi anak autistik menggunakan Pendekatan
dan program individual. Sedangkan metode yang digunakan adalah merupakan
perpaduan dari metode yang ada, dimana penerapannya disesuaikan kondisi dan
kemampuan anak serta materi dari pengajaran yang diberikan kepada anak.
Metode dalam pengajaran anak autistik adalah metode yang memberikan gambaran
kongkrit tentang "sesuatu", sehingga anak dapat menangkap pesan, informasi
dan pengertian tentang "sesuatu" tersebut.

5. Sarana Belajar Mengajar

Sarana belajar diperlukan, karena akan membantu kelancaran proses
pembelajaran dan membantu pembentukan konsep pengertian secara kongkrit bagi
anak autistik. Pola pikir anak autistik pada umumnya adalah pola pikir
kongkrit. sehingga sarana belajar mengajarnyapun juga harus kongkrit.
Beberapa anak autistik dapat berabstraksi, namun pada awalnya mereka dilatih
dengan sarana belajar yang kongkrit.

6. Evaluasi

Untuk mengukur berhasil atau tidaknya pendidikan dan pengajaran perlu
dilakukan adanya evaluasi (penilaian). Dalam pendidikan dan pengajaran bagi
anak autistik evaluasi dapat dilakukan dengan cara:

1. Evaluasi Proses

Evaluasi Proses ini dilakukan dengan cara seketika pada saat proses
kegiatan berlangsung dengan cara meluruskan atau membetulkan perilaku
menyimpang atau pembelajaran yang sedang berlangsung seketika itu juga. Hal
ini dilakukan oleh pembimbing dengan cara memberi reward atau demonstrasi
secara visual dan kongkrit.

Di samping itu untuk mengetahui sejauh mana progres yang dicapai anak
dapat diketahui dengan cara adanya catatan khusus/buku penghubung.

2. Evaluasi Bulan

Evaluasi ini bertujuan untuk memberikan laporan perkembangan atau
permasalahan yang ditemukan atau dihadapi oleh pembimbing di sekolah.
Evaluasi bulanan ini dilakukan dengan cara mendiskusikan masalah dan
perkembangan anak antara guru dan orang tua anak autistik guna mendapatkan
pemecahan masalah (solusi dan pemecahan masalah), antara lain dengan mencari
penyebab dan latar belakang munculnya masalah serta pemecahan masalah macam
apa yang tepat dan cocok untuk anak autistik yang menjadi contoh kasus. Hal
ini dapat dilakukan oleh guru dan orang tua dengan mengadakan diskusi
bersama atau case conference.

3. Evaluasi Catur Wulan

Evaluasi ini disebut juga dengan evaluasi program yang dimaksud
sebagai tolok ukur keberhasilan program secara menyeluruh. Apabila tujuan
program pendidikan dan pengajaran telah tercapai dan dapat dikuasai anak,
maka kelanjutan program dan kesinambungan program ditingkatkan dengan
bertolak dari kemampuan akhir yang dikuasai anak, sebaliknya apabila program
belum dapat terkuasai oleh anak maka diadakan pengulangan program (remedial)
atau meninjau ulang apa yang menyebabkan ketidak berhasilan pencapaian
program.

Faktor Penentu Keberhasilan Pendidikan dan Pengajaran bagi Anak Autistik.

Tingkat keberhasilan pelaksanaan program pendidikan dan pengajaran anak
autistik dipengaruhi oleh beberapa faktor, yaitu :

1. Berat - ringannya kelainan/gejala

2. Usia pada saat diagnosis

3. Tingkat kemampuan berbicara dan berbahasa

4. Tingkat kelebihan (strengths) dan kekurangan (weaknesses) yang dimiliki
anak

5. Kecerdasan/IQ

6. Kesehatan dan kestabilan emosi anak

7. Terapi yang tepat dan terpadu meliputi guru, kurikulum, metode, sarana
pendidikan, lingkungan (keluarga, sekolah dan masyarakat).



Hambatan Proses Belajar Mengajar dan Solusinya.

1. Masalah prilaku

Masalah perilaku yang sering muncul yaitu : stimulasi diri dan
stereotip.

Bila perilaku tersebut muncul yang dapat kita lakukan :

i. Memberikan Reinforcement.

ii. Tidak memberi waktu luang bagi anak untuk asyik dengan diri sendiri

iii. Siapkan kegiatan yang menarik dan positif

iv. Menciptakan situasi yang kondusif bagi anak, tidak menyakiti diri.

2. Masalah Emosi :

Masalah ini menyangkut kondisi emosi yang tidak stabil, misalnya;
menangis, berteriak, tertawa tanpa sebab yang jelas, memberontak, mengamuk,
destruktif, tantrum dlsb.

Cara mengatasinya :

1) Berusaha mencari dan menemukan penyebabnya

2) Berusaha menenangkan anak dengan cara tetap bersikap tenang.

3) Setelah kondisi emosinya mulai membaik, kegiatan dapat dilanjutkan.

3. Masalah Perhatian. (Konsentrasi)

Perhatian anak dalam belajar kadang belum dapat bertahan untuk waktu
yang lama dan masih berpindah pada obyek/kegiatan lain yang lebih menarik
bagi anak.

Untuk itu maka usaha yang harus diupayakan oleh pembimbing adalah:

a. Waktu untuk belajar bagi anak ditingkatkan secara bertahap.

b. Kegiatan dibuat semenarik mungkin, dan bervariasi.

c. Istirahat sebentar kemudian kegiatan dilanjutkan kembali, dimaksudkan
untuk mengurangi kejenuhan pada anak, misal : dengan menyanyi, bermain,
bercanda, dlsb.

4. Masalah Kesehatan.

Bila kondisi kesehatan siswa kurang baik, maka kegiatan belajar
mengajar tidak dapat berjalan secara efektif, namun demikian kegiatan
belajar tetap dapat dilaksanakan, hanya saja dalam pelaksanaannya
disesuaikan dengan kondisi anak.

5. Orang Tua

Untuk memberikan wawasan pada orang tua, perlu dibentuk Perkumpulan
Orang Tua Siswa, sebagai sarana penyebaran berbagi pengalaman sesama seperti
informasi baru dari informasi internet, buku-buku bahkan jika mungkin tatap
muka dengan tokoh yang berkaitan dalam pendidikan untuk anak autistik atau
anak dengan kebutuhan khusus.

6. Masalah Sarana Belajar

Dengan menyediakan materi-materi yang mungkin diperlukan untuk
kepentingan terapi anak-anaknya misalnya :

- Textbook berbahasa Inggris dan Indonesia,

- Buku-buku pelajaran siswa,

- Kartu-kartu PECS, Compics, Flashcard, dlsb,

- Pegs, balok kayu, puzzle dan mainan edukatif lainnya.



Source (Sumber) : Dikdasmen Depdiknas

The Bath Song - Teaching Tips

chipmunks-aspalela

Monday, April 19, 2010


Ari ni Hectic ckit.........pagi keluar gi photostat. Dapat call mak Qaisara nak minta tolong jaga Qaisara.....EEEE bestnye.........tapi tak dapat nak terima sbb ari ni byk hal nak buat. Esok boleh le.........janji nak jaga esok dan seterusnya minggu ni . Pihak nursery suruh jaga sendiri anak-anak yang kena demam campak ni selama 2 minggu. Dia dah jaga seminggu. Takpe la lagi seminggu saya yang jaga. Lagi pun I memang sayang qaisara ni. Budak baik dan comel.
             Lepas to gi jumpa En. Razali di PPD , selesaikan hal sekolah Aiman dan dia punya Elaun Oku. Walaupun dah daftar masa umur 2 tahun tapi baru tahun lepas daftarkan anak ke PDK Putrajaya. Tak kisahlah sbb saya ada kerja tetap sebagai peniaga goreng pisang kat tepi jalan di Sg. Chua.  Masa tu saya hantar anak ke pusat asuhan biasa masa tu kena bayar rm150. Kalau hantar ke PDK boleh dapat Rm 150. Sekarang ni tempat tu dah naikkan ke RM250 ikut baucer kerajaan. Tapi masa tu tak ada rasa kekurangan sebab ada kerja dan anak pun masih sekolah rendah.
             Tapi sekarang ni memang rasa tak cukup sebab di Putrajaya ni mana nak buka gerai lagi . ........maklumlah dah 6/6 semuanya sekolah dari pra , rendah , menengah dan terbaru dah duduk asrama. Tapi Alhamdulillah saya selalu minta pada Allah semoga diberi rezeki yang halal dan mencukupi.
             Pastu gi keluar duit biasiswa anak no.2. Hari ni dia sakit mata so pastu kitorang gi klinik lah..........Bayangkan jam 10.30 daftar no.740,menunggu sampai jam 1 pm baru no.540. Jam 1-2 dia rehat masa tu baru nak umumkan so kitaorang pun baliklah..........dah solat dan makan anak2 sekolah rendah balik dan keluar semula jam 2.00 utk sekolah KAFA. Cikgu minta duit pun terpaksa tangguh dulu.......mana nak cekau duit tu? >>>>>bulan April and Mac ni I tak jaga budak sebab Qaisara dah pindah dan Mak Damia dah bersalin, so no income from that side.
            For the time being, I took order to repair their(customers) jeans and so whateverlah...Pastu kena lak tunggu anak yang sorang lagi balik dr sekolah kul 3 lebih. Pastu tu terus drive ke klinik. Tengok no dah sampai 750. Saya scan balik tapi tak de panggilan juge........masa tu saya ditegur mak Harith(mak anak jagaan saya lepas balik sekolah)/ nombornye 966. Saya tunggu sampai no. 966 tak di panggil juga.dah kul 4.20pm. Mak Harith dah gi Farmasi............saya jumpa kaunter depan pule dan dia suruh bagitau kat doktor bilik 4. Saya buat cam tu dan tunggu giliran.........pastu nombor pun naik.........Oh ye sebenarnya sblm tu saya dah dua kali tell the nurse bhgn scan tu yang no. saya tak naik tapi dia asyik suruh tunggu nombor naik.......dari 750 sampai 966 saya tunggu mana nombor nak naik kalau doktor tak tau pun nombor tu ada tertinggal. Saya ingat, kalau tunggu bodo terus camtu memang saampai ke malam le jawabnya..........
              Renungan untuk semua.........jangan ditunggu buah yang tak gugur. Do something........../ react. 2nd thing, Jangan malu bertanya atau takut dimarahi kerana bertanya........3rd thing, Jika asyik mendapat jawapan yang sama dari orang yang sama...........tukarlah direction .......tanya orang yang lain dan di bahagian yang lain pula. Insya Allah anda akan berjaya kerana kita memang tak tahu dan dapat menjangka rezeki itu akan datang dari arah mana............Kalau anda membaca kisah ini hingga ke akhirnya..........anda pasti akan faham akan mesejnya. Wassalam.

Sunday, April 11, 2010

Early Childcare/ learning

 “Spring is here said the bumblebee.
                               How do you know said the old oak tree.
                               I just saw a daffodil-
                               Sitting on a windy hill, a windy hill.
                               I just saw a daffodil!” 
                                         -One of my favorite early childhood springtime songs

Blooming trees, robins building nests, budding flowers, puddles, and mud pies… spring is here!

And there is no better time to start thinking about and preparing for outdoor playtime experiences for young children.   Unfortunately, the necessity and importance of outdoor play is sometimes overlooked when working with young children.  As early childhood educators, we know that the outdoor environment provides many opportunities for young children to grow, explore, observe, and learn. 

Consider the following examples:

Infants are learning about the world through their senses.  Taking infants for walks outside will give them the opportunity to smell, touch, see, and hear the world around them.

Toddlers are learning to use their large muscles—they are very active and need opportunities to run, jump, and climb.  Taking toddlers outside will give them the space and time to use large muscles appropriately.  At the same time, toddlers are experiencing an explosion of language development.  Using the outdoor environment to label everyday objects in a toddler’s world will support language development.

Preschoolers are learning to play more cooperatively and at the same time, developing their ability to participate in imaginative and complex play scenarios.  The outdoor environment can support and facilitate children’s imagination and group play.  When teachers provide props (such as gardening supplies, tents, dress up clothes, etc) and time outdoors, we can spark children’s imagination and allow them to develop and elaborate their play.  Also, by being available to help children learn how to negotiate and problem solve through these play scenarios, we can give them a foundation of social skills to last a lifetime.

School-age children exhibit developmental traits that allow them to participate in games with rules, demonstrate coordination and refined control of movement, and enjoy competitive activities.  Outdoor games create and important opportunity for school-age children to practice their social, emotional, physical, and intellectual skills.  When school-age children are provided outdoor space and time to play games freely (without adults controlling and mediating), they will learn to negotiate, problems solve, and get along with their peers.
These are just a few examples of how children learn through outdoor play experiences.  With a little creativity and a few basic supplies, we have the ability to provide these outdoor experiences for children.
So, as spring is here, I ask that all early childhood educators take a PLEDGE to make time for children’s outdoor play experiences. 

Early learning articles

All I really need to know I learned in Early Childhood...
Posted Friday, February 26, 2010 by Jennifer Anderl
0diggsdigg
        When I was in high school, my favorite author was Robert Fulghum. His books were made up             of real-life vignettes full of universal truths that held mass appeal. At the time, I aspired to be a                    writer and while a novel, complete with an intricate plotline and well-developed characters,                     seemed too large of a task – short, humorous, and meaningful snippets were right up my alley. I
never did become a writer, at least not a published one, but one of Fulghum’s most famous e
ssays (and the title of one of his books) remains relevant to me and anyone who works in the 
field of early childhood. It has been reprinted in numerous magazines, appears on a multitude 
of websites, and was made into posters which hang in countless kindergarten classrooms. 
And while I am sure most of us who work with young children have seen or heard of this essay, 
I felt it would be fitting to repeat it here, as its basic tenets align so well with what we all do 
and teach, each and every day…

All I REALLY NEED TO KNOW about how to live and what to do and how to be 
I learned in kindergarten. Wisdom was not at the top of the graduate-school mountain, 
but there in the sand pile at Sunday School. These are the things I learned:
Share everything.
Play fair.
Don't hit people.
Put things back where you found them.
Clean up your own mess.
Don't take things that aren't yours.
Say you're sorry when you hurt somebody.
Wash your hands before you eat.
Flush.
Warm cookies and cold milk are good for you.
Live a balanced life – learn some and think some and draw and paint and sing and 
dance and play and work every day some.
Take a nap every afternoon.
When you go out in the world, watch out for traffic, hold hands, and stick together.
Wonder. Remember the little seed in the Styrofoam cup: the roots go down and the 
plant goes up and nobody really knows how or why, but we are all like that.
Goldfish and hamsters and white mice and even the little seed in the Styrofoam 
cup – they all die. So do we.
And then remember the Dick-and-Jane books and the first word you learned – the 
biggest word of all – LOOK.
Everything you need to know is in there somewhere. The Golden Rule and love and 
basic sanitation. Ecology and politics and equality and sane living.
Take any one of those items and extrapolate it into sophisticated adult terms and 
apply it to your family life or your work or government or your world and it holds 
true and clear and firm. Think what a better world it would be if we all – the 
whole world – had cookies and milk about 3 o'clock every afternoon and then l
ay down with our blankies for a nap. Or if all governments had a basic policy 
to always put things back where they found them and to clean up their own mess.
And it is still true, no matter how old you are – when you go out in the world, 
it is best to hold hands and stick together.
[Source: Fulghum, R. (1988). Credo. In All I really need to know I learned in 
kindergarten: uncommon thoughts on common things (pp. 1-3). New York: Villard Books.]

Now, turn off the computer and share yourself with others. Be fair to those around you 
and apologize if you’re not. Play. Allow yourself some quiet time. Hold hands with the 
ones you love. And while you’re at it, have some milk and cookies and LOOK for the 
wonder in your life, because it is there – we’re just usually too busy to see it.

Halalan Toyyiba

Ini saya ambil dari blog go4halal

Herba Penawar Minyak Zaiton

Posted by go4halal on 20/03/2010
Minyak zaitun yang dihasilkan dari pohon zaitun merupakan produk asli hasiltani di benua Asia Kecil dan taburannya bermula dari Iran, Syria dan palestin sehingga keseluruhan Mediterranean semenjak 6,000 tahun yang lalu.
Pohon zaitun yang berkat ada disebut dalam Al-Quran, dalam surah An-Nur. Semenjak 1400 tahun yang lalu, Nabi Muhammad SAW telah menasihatkan umat Islam agar menggunakan minyak zaitun untuk kesihatan.
Antara kandungan minyak zaitun adalah fenol, sterol, pigmendan squelen yang memainkan peranan penting dalam kesihatan manusia.
KEGUNAAN DAN KELEBIHAN MINYAK ZAITUN
* Mengurangkan pengambilan lemak dalam diet harian
* Menghindari penyakit kardiovaskular dan arteriosclerosis
* Mengelakkan pembentukan batu hempedu (gallstone)
* Membantu penghadaman dan mengurangkan ulser perut
* Antioksidan dan antikanser
* Membantu keseimbangan metablisme tubuh, pertumbuhan tulang dan tubuh yang baik (khasnya bagi kanak-kanak)
* Membekal vitamin E
* Kestabilan asid lemak
* Membekal pelbagai vitamin untuk antipenuaan
Artikel Berkaitan Minyak Zaitun Tulisan Tn Haji Ismail, Pengarah Urusan HPA
Ada dua sediaan minyak zaitun dalam HPA, satu dalam bentuk minyak (asal), kedua pula dalam bentuk soft gel. Minyak zaitun untuk kegunaan makan/ubat ialah dari jenis extra virgin olive oil. Ciri istimewa dalam minyak zaitun HPA ialah kerana ia dari negara para anbia’ (Syiria)
Minyak berkualiti tinggi sangat diperlukan terutama untuk masalah saraf seperti kebas-kebas di hujung jari. Keistimewaan minyak zaitun sangat dirasai kerana ia di sebut Allah berkali-kali dalam Al- Quran. Dos yang mencukup untuk sekali pengambilan ialah 3 sudu besar/3 kali sehari.
Darah tinggi, ketumbuhan di payu dara dan buasir antara penyakit yang sangat berkesan dengan terapi minyak zaitun. InsyaAllah HPA akan terus keluarkan dalam bentuk minyak selain dari produk soft gelnya yang mula diberi perhatian.
Satu lagi minyak zaitun sangat baik juga untuk program detox (pembuangan racun dihati). InsyaAllah.
LDL penyebab sakit jantung
LDL dikenali sebagai kolestrol buruk yang boleh menyebabkan berlakunya ketersumbatan dalam arteri darah terutama di jantung. Biasanya LDL di kurangkan dengan peningkatan HDL . Banyak herba dalam HPA yang berfungsi bagi mengurangi LDL iaitu omega 3 soft gel, VCO soft gel dan Minyak zaitun Softgel. Pengambilan mestilah istiqamah dengan setiap jenis tidak kurang dari dos 2 biji pagi, 2 biji petang, 2 biji malam. (pilih salah satu produk sahaja untuk diamal)
Minyak ikan yang mengandungi omega 3 yang tinggi sangat berkesan sama ada dalam bentuk soft gel ataupun kapsul. Jika disinergikan dengan herba tuju angin kapsul ia menjadi lebih berkesan. Salah satu tanda LDL yang tinggi seseorang itu menjadi cepat marah dan berlakunya penyakit darah tinggi.

Terjadinya plak di gigi juga sebagai petanda terbentuknya penompokan plak dijantung akibat dari LDL yang terlalu tinggi.
Untuk mereka yang memasak, campurkan 2 sudu makan minyak zaitun ke dalam setiap masakan supaya masakan lebih sedap dan berkhasiat.
Minyak Zaitun Softgel
Harga Pengguna
Semenanjung Malaysia: RM 32
Sabah & Sarawak: RM 36
Harga Pengedar HPA
Semenanjung Malaysia: RM 28
Sabah & Sarawak: RM 32
Nilai Mata (NM): 10

Perjuangan dan tiada paksaan

Posted by go4halal on 19/03/2010
Malam ini network sangat perlahan, hampir putusasa untuk membuat satu post. Lama menunggu bagaikan ‘hang’. Sambil mendengar nasyid dendangan Raihan , Rabbani dan Hijjaz ni saya nak berkongsi kata-kata hikmat dari Pengarah Urusan HPA iaitu:
  • Perjuangan Yang Tiada Noktah

    ‘”HPA tetap teguh melalui pengalaman yang mendewasakan. Membangun dari semangat perkasa yang dibangunkan dari kejatuhan, tangisan dan kepayahan masa lalu untuk terus bangkit meneruskan pelayaran menuju ke suatu era kecemerlangan ummah dengan membawa misi dan visi yang tersendiri.”-Pengarah Urusan HPA Industries Sdn Bhd.
  • Berniaga Bukan Memaksa

    Pengedar HPA tidak sepatutnya menjadikan keuntungan dan wang sebagai matlamat. Sebaliknya, perlu menganggap perniagaan HPA sebagai satu usaha untuk membantu mereka yang menghadapi masalah kesihatan, selain menambah pendapatan sendiri. Maka pembeli tidak boleh dipaksa supaya membeli ubatan herba yang dijual. Herba dijual hanya jika pengguna benar-benar memerlukannya, atau ingin mengguna produk dengan kerelaan sendiri. Jika tidak, herba yang dijual secara paksa akan jadi sia-sia dan membazir.
    Sumber: Tn. Hj. Ismail Ahmad, KPJ siri 4
Oleh itu  semua ahli/bukan ahli yang makan dan minum setiap hari, gosok gigi setiap hari, bersolek setiap hari….dan didalam hati inginkan produk halalan toyyiban (halal dan disediakan oleh orang yang solat 5 waktu) … JOM sertai kami dalam perjuangan memartabatkan Industri Produk Islam 100% ini Halal lagi Toyyib ini.
Teringat saya masa makan tengahari bersama sahabat, pelik saya melihat dia memesan minuman panas tengahari buta…panas lit2 .
Saya       : Eh tak panas ke? Jomlah minum juice tembikai ke, fresh orange ke…kan panas ni? bagi aku 10 sebab , kenapa nak radix panas tu?.
sahabat  senyum……aku ada 1 sebab je.
Saya        : ek…bagi 1 sebab dulu lagi 9 kemudian.
Sahabat : Betul ke nak saya ceritakan mengapa saya pesan minuman panas tengahari?
Sahabat : Tunggulah balik nanti…takut juice temikai hang tu membazir pulak nanti…
Saya        : Alah dia ni buat suspenlah pulak…cerita je lah …
Sahabat :  Hmmm…kat umah aku ada kilang ais jenama CR15t4l . Aku tengok anjing duk keluar masuk kilang tu. Nak-nak tengahari … maklum kat luar panas…?Bukan se ekor..baanyakkk!
Saya        : Alah…aku mula terbayang air liur anjing tu…eee….ni minum air batu + air liur anjing lah ni?
Sahabat : Kalau sedap minum jelah…apa kesah…
Saya       : Uekkks…tetiba tekak jadi loya terbayang air liur anjing berjejesan….dengan lidahnya yang panjang terjelir keluar.
Saya        : Tolonggggggg! Ais tu ada logo JAKIM tak?
Sabahat : hahaha…kih kih kih…kalau ada logo berseleralah ya…
Saya        : Tengok tak Buliten 3 malam tadi…penguat kuasa rumah sembelihan dikurung 4 jam masa diorang datang nak buat pemantauan ‘kehalalan’…
Sahabat : Tengok…alah dah berapa kalilah keluar kat TV tu macam2 kes sembelih… lantaklah diorang yang kemaruk nak makan ayam pasaraya…aku makan ayam HPA je…confirm halal toyyiban.
Saya      : Yang kat kedai ni dia beli dari pasaraya mana ek?
:( kalau makan kat luar janganlah makan ayam…makan ikan je…

Sotong Kering Sedap Tapi Bahaya?

Posted by go4halal on 12/03/2010
Jika saya yang katakan sotong kering ni bahaya dan mengandungi logam berat mesti ramai yang kata saya ialah seorang penyebar fitnah.  Jom kita tengok penemuan CAP dalam artikel ni:
GEORGETOWN : Ramai mengetahui keenakan sotong kering ditambah lagi jika dimasak sebagai sambal.  Namun Persatuan Pengguna Pulau Pinang (CAP) mendedahkan, tidak mungkin ramai pengguna sedar bahawa sotong kering kaya dengan logam toksik jenis kadmium, bahan yang sama digunakan dalam membuat bateri, plastik dan baja fosfat.
“Kesan pengambilan kadmium mendedahkan seseorang terhadap kanser payu dara, kanser prostat serta penyakit buah pinggang,” kata Presidennya, S. M.
Mohamed Idris pada sidang media di pejabatnya di sini semalam.
Menurutnya, selain sotong kering, makanan laut kering lain seperti tiram, ikan bilis dan udang juga mengandungi kadmium tetapi pada kadar yang lebih
rendah.
“Hasil ujian yang dilakukan mendapati kandungan kadmium dalam sotong kering melebihi empat kali ganda had yang dibenarkan,” ujarnya.
CAP membuktikan perkara itu melalui ujian rawak melibatkan enam sampel sotong kering dan hasilnya mendapati lima sampel mengandungi kadmium serta
tiga daripadanya mempunyai kandungan logam itu secara berlebihan.
Hati-hatilah memilih makanan. Pastikan Halalan Toyyiban..insyallah selamat dunia dan akhirat. Wallahualam.

Sunday, April 4, 2010

No Explanation
Tajuk gambar ni ialah.......
No explaination....

babyeatingcat.jpg

govemployee.jpg

Thursday, April 1, 2010

posing baik punya...........hebat tu. agaknya mana yang buat dulu........
gambar itu di ambil atau lukisan itu dilukis dulu.........
ape-ape jelah labu.......



ape plak jenis motor ni..........
sanggup ke konak naik motor ni?

macamana kete ni nak jalan ye.......
style lorry je........macam kete kebal pun ado la.

Monday, March 29, 2010

How I Became a Better Writer Thanks to Distracted, Hungover College Kids by Chris Birk


How I Became a Better Writer Thanks to Distracted, Hungover College Kids

image of hungover young woman
Writing is difficult.
So is teaching it to distracted, hungover college students whose cultural touchstones are TMZ and the Twilight series.
But after years spent writing in professional newsrooms, I was surprised to discover how teaching college students actually helped make me a better student of the craft of writing.
And it’s not (just) because I now have a mile-long list of what-not-to-do examples.
I’ve spent the last three years teaching journalism and media writing to undergraduates at a small Midwestern university. That came after an enjoyable stretch writing for newspapers and magazines.
The two venues aren’t actually so different. Each group has a penchant for whining and alcohol abuse. The good ones (both in newsrooms and classrooms) also have a hunger for edification and self-improvement.
Don’t get me wrong — I’m not generally standing in front of 50 Hemingways-in-training three times a week. In fact, I’m convinced college students are genetically predisposed to clichés, run-on sentences, and cluttered, murky writing.
But teaching any subject has a funny way of educating the teacher at least as much as the student.
Here are four of the most persistent lessons I’ve picked up from my students:

Economy of language

Tight writing gets your message across more efficiently.
When I’m working with my students, I challenge them to trim each sentence by at least a quarter. The request is generally received about as well as me asking them for a 45-minute Facebook moratorium.
But then they begin to cut the qualifiers, the needless adjectives, and the passive constructions. And suddenly everything is a notch tighter, a hair crisper, a beat faster.
Writing shorter isn’t, as many of them fear, writing dumber. It’s a sign the writer is smart enough to step out of the way and let the story tell itself.

Break rules for a reason

Good writers need to have a working relationship with the rules.
As freelancers know all too well, part of that is just following instructions. I can’t count how many students turn in stories lacking the required number of sources or pages.
And then there are those rules of thumb that tend to make writing clearer and more effective.
These rules hang around for a reason. They’re often good advice, if only because readers are used to them.
But there are also times when writers should break them . . . if it’s for a specific purpose.
Breaking with convention because you want to seem edgy or postmodern is self-serving and almost always laughably transparent.
But breaking the rules to benefit your readers is another story.
In fact, one way to strengthen your writing is to watch where the hordes go and head the opposite direction. The best journalists (and businesspeople) often look for angles in unexplored crevices. Jimmy Breslin’s story on the cemetary workers who dug John F. Kennedy’s grave is an industry case in point.
Copywriters and bloggers can use this very effectively. Seize on an emerging trend and look for unintended, unexpected, or even unimaginable consequences. Find a contrary view, not for the sake of being a contrarian, but because it lets you offer something genuinely new.
To do it well, you’ve still got to keep an eye on those hordes. Be fluent in the rules you hope to transcend.

You can’t fake it

I love this one because it was so me during my salad days.
A 20-year-old with an aptitude for writing is convinced he can fool you with finery. He’s sure he can write around gaping holes or a dearth of research by flashing some $5 words and complex-compound sentences.
Needless to say, the irony is delicious. I’ve come to realize how hollow, ridiculous, and overwritten some of my earlier work was.
Nobody’s buying it.
There’s a world out there ready to call your bluff. You can’t pass off lackluster thinking as quality content. You can’t successfully pitch guest posts until you understand the site and its audience. You can’tposition yourself as an expert without actually possessing expertise. You can’t hide shoddy services or a bad product behind fluff and puffery.
The world of today’s copywriter rewards those who write with authority. Leave the big words at home. Instead, do some more homework. Dig into research. Ask questions. Be willing to open yourself to a little ridicule.
Then let your subject mastery do the talking.

Feedback is everything

I coat undergraduate papers in ink. It’s intimidating to some students at first, but I’ve found that most come to appreciate that degree of feedback by semester’s end. Unfortunately, partly that’s because they don’t seem to get a lot of reliable feedback anywhere else.
This is equally true in the blogging world, where feedback typically comes in the form of vitriolic comments from trolls or glad-handing from well-meaning friends.
The reality is we need honest, unvarnished, constructive criticism. We get a distorted view of our writing abilities on both the good and bad ends of the spectrum.
Writers should strive to find good feedback wherever they can — but not from the same old sources. Reach out to writers you admire but don’t know well yet. Join a local or online writer’s group, or even the nearest Society of Professional Journalists chapter (hint: you don’t technically have to be a “journalist,” however that’s defined these days).
Heck, even consider taking a class at the local university or college. Just please, do me a favor. Get the hell off Facebook when the bell rings.
About the Author: Chris Birk works with GrowthPartner.com, a unique firm that provides angel investment and online marketing expertise to emerging companies. A former newspaper and magazine writer, he teaches journalism and media writing at a private Midwestern university. He blogs at Write Short Live Long.

Saturday, March 27, 2010

Kisah burung gagak menolong hamba Allah.

Kisah burung gagak menolong hamba Allah.

Dikisahkan bahawa Ibrahim bin Adham bertaubat kerana ..........kisah ini.
       One day, dia keluar memburu dgn menaiki kuda. Kemudian berehat utk makan roti.Tiba-tiba seekor gagak menyambar roti itu lalu terus terbang ke puncak gunung. Ibrahim pun mengekorinya dengan marah.OTW, dilihatnya gagak itu singgah disamping seorang lelaki yang terikat kedua kaki dan tangannya. Ibrahim pun bertanya.."Anda Siapa?" Orang itu pun berkata,"Sebenarnya aku seorg pedagangyang dirompak dan ditinggalkan  di sini selama 7 hari. Allah menolongku dengan adanya gagak ini memberi aku makan setiap hari menggunakan paruhnya menyuapkan makanan kepadaku. Sesungguhnya Allah tidak membiarkan aku kelaparan." Setelah itu.....Ibrahim bin Adham bertaubat dan mulai memakai pakaian sufi yang lusuh dan meninggalkan segala kekayaan yang ada.Memerdekakan semua budak suruhan dan mewakafkan segala harta miliknya.beliau mengambil tongkat lalu menuju ke Mekah tanpa apa-apa bekalan dan kenderaan.Beliau tidak merasa lapar dgn kehendak Allah sehingga tiba di Kota Mekah. Wallahu a' lam.

Friday, March 19, 2010

siwak & berus gigi

saya ada petik satu kisah tentang siwak dan berus gigi.
Bacalah sebagai panduan kita sehari-hari.


Sumber: http://fikirdanrisau.blogspot.com/ (Diterjemahkan dalam bahasa Indonesia)
Baru-baru ini saya telah membaca majalah SOLUSI volume 2 yang mengritik hebat kayu siwak dan minyak zaitun yang ditulis oleh saudara kita se-Islam. Dalam penulisannya saudara tersebut menjelaskan bahwa kalau hendak mengamalkan sunnah perlu mengikuti zaman. Tergerak hati saya untuk membahas isu ini. Walau bagaimanapun, disini saya bukan untuk membuat fatwa atau hukum, tetapi lebih didasarkan kepada opini dan kajian-kajian yang telah ada. Segala kritik dan saran yang baik mengenai posting ini sangat penting bagi saya.
Sebelum itu, saya sajikan kelebihan bersiwak sebagaimana yang terdapat dalam banyak hadits.
Fadhilah Miswak (Kayu Siwak):
“Menggunakan miswak menjadikan satu asbab kemudahan dalam sakaratul maut. Selalu menggunakannya akan memudahkan roh keluar dari jasad apabila waktu yang ditetapkan itu tiba.” (Syarhus-Sudur)
‘Aisyah r.ha. berkata bahwa: “Miswak (penggunaan secara tetap) dapat menyembuhkan penyakit kecuali mati.” (Dilaporkan oleh Dailami di dalam Firdaus)
“Empat perkara yang menambahkan kecerdasan yaitu meninggalkan percakapan sia-sia, menggunakan miswak, duduk di dalam majlis orang-orang soleh, dan duduk di dalam majlis para ulama”. (Thibbi Nabawi)
Allamah Ibn Dariq rah.a berkata, “Kebaikan yang terkandung di dalam penggunaan miswak selepas bangun dari tidur ialah ketika tidur uap busuk naik dari perut ke arah mulut. Hal ini mengakibatkan bau busuk di dalam mulut dan juga berubahnya indera perasa atau kecapan. Penggunaan miswak akan menghilangkan bau busuk tersebut dan memperbaiki perubahan yang terjadi pada indera perasa tersebut.”
Ali r.a. berkata bahawa: “Miswak mempertajamkan ingatan.”
Subhanallah, Maha suci Allah… sungguh indah dan sempurna agama yang diturunkan-Nya, sungguh mulia hukum-hukum yang disyariatkan-Nya, karena tak ada satupun dari apa-apa yang diturunkan-Nya dan apa-apa yang diciptakan-Nya kecuali pasti ada manfaat dan hikmahnya. Kesempurnaan Islam ini benar-benar tiada bandingannya dibandingkan agama-agama lainnya. Diantara kesempurnaan Islam adalah syariat bagi ummatnya untuk menjaga kebersihan dan kesehatan, seperti kewajiban istinja’ setelah buang air, mandi janabat setelah junub, bahkan banyak sekali hikmah-hikmah syariat yang tersingkap dalam ajaran Islam yang telah dibuktikan oleh sains modern, seperti khasiat madu, habbatus sauda’ (jinten hitam), minyak zaitun hingga ‘si kayu ajaib’ siwak yang bermanfaat bagi kesihatan gigi dan gusi.
Setelah kedatangan Islam, Rasulullah SAW. menetapkan penggunaan siwak sebagai sunnah beliau yang sangat dianjurkan, bahkan beliau bersabda : “Seandainya tidak memberatkan ummatku, maka aku perintahkan mereka untuk bersiwak setiap akan wudhu” (Muttafaq ‘alaihi). Hal ini menunjukkan bahwa Rasulullah SAW. adalah orang pertama yang mendidik manusia dalam memelihara kesehatan gigi. …
Secara logika, kayu siwak lebih mudah dibawa kemana-mana dibandingkan sikat gigi. Hanya diletakkan dalam saku dan tidak memerlukan pasta gigi. Malah beberapa zat vitamin yang Allah SWT. beri terdapat pada kayu siwak. Kita digalakkan untuk bersikat gigi setiap kali hendak sholat, tetapi apakah kita sanggup bawa sikat gigi dan pasta gigi dalam saku kita kemana sahja kita pergi? Memang tidak pernah saya lihat seseorang berbuat semacam itu, tetapi sangat mudah jika bawa kayu siwak yang memang banyak kelebihannya.
Malah jika kita perhatikan zaman sekarang, pasta gigi kadang-kadang yang tidak jelas kehalalannya mempunyai banyak bahan kimia yang berbahaya. Memang cukup pelik bagi kita untuk meneliti sumber yang haram yang terkandung dalam pasta gigi. Tidak dinafikan juga terdapat pasta gigi yang halal seperti keluaran perusahaan tertentu atau yang bersertifikat halal dari MUI. Namun jika kita menggunakan kayu siwak dijamin halal 100% karena sumbernya murni dari tumbuhan yang diciptakan oleh Allah SWT. Berdasarkan pengalaman penulis yang selalu menggunakan kayu siwak, apabila kita hendak sholat, lidah kita akan menjadi ringan dan lembut untuk melafadzkan bacaan ayat al-Quran dan dzikir. Subhanallah. Sangat nikmat rasanya jika dibandingkan setelah menggunakan pasta gigi dan sikat gigi.
Kepada yang hendak menggunakan kayu siwak tetapi malu atau tidak tahu menggunakannya maka disarankan kita keluar jalan Allah SWT. InsyaAllah akan diberikan kekuatan untuk mengatasi perasaan malu untuk melakukan kebaikan dan amal sunnah. InsyaAllah kita semua sedia! (Tasykil…)
Tahukah anda bahwa bersiwak itu penting dalam Islam?

miswak-brush3
Ibn Umar r.a. berkata: Rasulullah SAW. bersabda, “Jadikan bersiwak itu satu amalan, karena yang demikian (bersiwak) itu menyehatkan mulut dan merupakan sesuatu yang disukai Yang Maha Pencipta” ( Hadis Riwayat Al-Bukhari ).
Daripada Abu Hurairah r.a. berkata, Rasulullah SAW. bersabda: “Kalau tidak menyusahkan umatku niscaya aku menyuruh mereka bersiwak setiap kali hendak menunaikan sholat” (Hadis Riwayat Al-Bukhari).
Proses pencemaran proton pada gigi

teeth
Gigi yang tercemar menjadikan ia mudah menarik logam berat dan bahan berasam untuk melekat kepadanya. Bahan ini akan melekat pada dinding gigi dan membentuk plak (plaque). Plak akan menebal dan menjadi keras. Plak ini tidak bisa dibersihkan secara fisik seperti mencongkel, menggosok gigi dengan sikat gigi dengan pasta gigi dan sebagainya.
Proses Gigi Mendapat Elektron

caj gigi sugi
Gigi yang menerima elektron akan mempunyai getaran asal yang tidak menerima benda asing melekat kepadanya. Ia juga berusaha untuk mengawal aktivitas biotik dan terhindar dari terjangkit kuman. Oleh karena itu, gigi yang disosok dengan kayu siwak (kayu sugi /malaysia) mempunyai kemampuan untuk menanggalkan plak lebih baik daripada menyungkil atau menyikat. Walaupun anda hanya menggosok beberapa gigi saja, elektron akan tersebar ke gigi lain yang bersebelahan apabila gigi tersebut bersentuhan atau rapat.
Plak dibagian belakang gigi juga akan tertanggal walaupun tidak dicapai oleh kayu siwak. Dengan hanya menggosok dibagian depan gigi, bagian belakangnya juga turut mendapat elektron yang membantu menanggalkan plak dengan sendiri, insyaAllah.
Oleh karena itu, menggosok tidak perlu mencapai keseluruh permukaan gigi termasuk gigi belakang dan geraham belakang. Kecuali jika terdapat renggangan gigi, maka gigi yang renggang tersebut perlu digosok karena elektron tidak mengalir dengan sempurna dari gigi depan.
Berus Gigi Linen atau Plastik

sikat gigi
Terdapat berbagai jenis sikat atau pembersih gigi di pasaran. Begitu juga dengan pasta gigi. Mereka membuat berbagai teknik dan rekayasa. Diantara teknik yang digunakan ialah seperti mesin getar, mesin yang memutar sikat, pengurut gusi dari getah, pembersih lidah dan sebagainya. Berdasarkan kajian saintifik, menyikat dengan berbagai cara menggunakan sikat linen atau plastik walaupun sikat tersebut dibuat dengan berbagai bentuk yang canggih, sebenarnya tidak akan membantu membersihkan menanggalkan plak dengan sempurna.
Sikat yang dibuat dari linen atau plastik amat mudah memerangkap bakteri. Itulah sebabnya persatuan dokter gigi menyarankan agar sikat gigi diganti setiap DUA bulan sekali! Mungkin anda lihat sikat gigi tersebut masih baru dan belum rusak atau sikatnya masih keras, tetapi ia sudah membahayakan kesehatan gigi.
Kerisauan yang berdasar..
Di pasaran dunia dan Malaysia khususnya (termasuk Indonesia) terjadi lonjakan barangan keperluan yang dibuat dari sumber yang haram dan beracun. Berdasarkan pada Panduan Halal Haram yang di keluarkan oleh Consumer Association of Penang (2006),
“Lazimnya sikat yang dibuat dari bulu babi dilabelkan sebagai ‘Pure Bristle’. Selain sikat lukisan, sikat cat, sikat penggosok sajadah dan songkok, sikat gigi dan sikat cukur dikhawatirkan mengandung bahan haram ini.”
odol

Disaat umat Islam dilanda kebimbangan mengenai status barang halal, khususnya keperluan dalam menjaga kesehatan mulut, Nabi SAW. telah memberikan satu solusi yang terbaik sejak 600M yang lalu. Pada zaman nabi telah terdapat berbagai jenis alat pembersih mulut seperti powder, tetapi siwak tetap menjadi pilihan Baginda SAW.
Tepuk dada, tanya iman. Fikir-fikirkan dan risau-risaukan. Selamat beramal.